Jumat, 07 Mei 2010


UJIAN NASIONAL
9,73 Persen Siswa SMP Harus Mengulang

JAKARTA, KOMPAS.com- Sekitar 9,73 persen dari total peserta Ujian Nasional Utama SMP/MTS/SMPT atau 350.798 peserta dinyatakan tidak lulus, sehingga harus mengikuti ujian ulang. Sedangkan jumlah peserta yang lulus persentasenya mencapai 90,27 persen atau sekitar 3.254.365 peserta.

Demikian disampaikan Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh saat jumpa pers di Kementrian Pendidikan Nasional, Jakarta, Kamis (6/5/2010). "Kalau yang harus mengulang, tidak perlu berkecil hati, masih ada kesempatan untuk ujian ulang 17 sampai 20 Mei," kata Nuh.

Jumlah total peserta ujian SMP/MTs/SMPT yang harus mengulang tersebut terdiri dari 225.552 siswa sekolah negeri dan 125.000-an siswa sekolah swasta, dengan siswa yang terbanyak mengulang berasal dari Nusa Tenggara Timur.

"Yang penting, masih ada sekolah yang 0 persen kelulusannya. Nggak ada yang lulus 561 sekolah, dan yang lulus 100 persen 17.852 sekolah," tambah Nuh.

Meskipun demikian, lanjut Nuh, angka kelulusan yang disampaikan hari ini hanyalah angka sementara yang belum dapat dievaluasi karena masih ada peserta ujian yang diperkenankan mengulang.

Adapun peserta ujian nasional SMP yang gagal di ujian utama kali ini harus mengikuti ujian ulang yang digelar 17-20 Mei dengan pengumuman kelulusan pada 25 Juni. "Kualitas soal, derajat kesulitan, tidak ada bedanya antara ujian utama dengan ujian ulang," imbu


UN SMP
Tahun ini, 350.798 Siswa Tak Lulus Ujian

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekitar 9,73 persen dari total peserta ujian nasional (UN) utama SMP/MTs/SMPT atau 350.798 peserta dinyatakan tidak lulus sehingga harus mengikuti UN ulangan.

Demikian disampaikan Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh saat jumpa pers di Kementerian Pendidikan Nasional, Jakarta, Kamis (6/5/2010). "Kalau yang harus mengulang tidak perlu berkecil hati, masih ada kesempatan untuk ujian ulang 17 sampai 20 Mei," kata Nuh.

Jumlah total peserta ujian SMP/MTs/SMPT yang harus mengulang tersebut terdiri dari 225.552 siswa sekolah negeri dan 125 siswa sekolah swasta. Sedangkan jumlah peserta yang lulus persentasenya mencapai 90,27 persen atau sekitar 3.254.365 peserta



Ujian Nasional
Wah... 561 SMP Lulus 0 Persen

JAKARTA, KOMPAS.com- Sebanyak 561 sekolah menengah pertama atau sekitar 1,31 persen dari total SMP di Indonesia dinyatakan lulus 0 persen. Artinya, semua siswa peserta ujian dari sekolah-sekolah tersebut tidak lulus semua dalam ujian nasional utama.

Demikian disampaikan Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh dalam jumpa pers di Kementrian Pendidikan Nasional, Jakarta, Kamis (6/5/2010) "Masih ada sekolah yang 0 persen kelulusannya. Nggak ada yang lulus ada 561 sekolah. Dari 561 sekolah ini ada 9.283 siswa atau 0,26 persen dari seluruh peserta ujian," katanya.

Sekolah dengan tingkat kelulusan 0 persen tersebut paling banyak terdapat di Jawa Tengah, yakni 105 sekolah. Sedangkan di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Utara, dan Kalimantan Selatan hanya 1 sekolah.

Sebaliknya, sebanyak 17.852 sekolah atau 41,64 persen dari total SMP di Indonesia dinyatakan lulus 100 persen. "Di sekolah yang lulus 100 persen itu ada 1.116.761 atau 31,32 persen siswa," lanjut Nuh.

Sekolah-sekolah dengan tingkat kelulusan 100 persen itu paling banyak terdapat di Jawa Barat, yakni 3.423 sekolah. Bagi sekolah-sekolah dengan tingkat kelulusan 100 persen, kementrian pendidikan nasional akan memberikan penghargaan untuk memotivasi sekolah tersebut. Sedangkan untuk sekolah dengan tingkat kelulusan 0 persen, Mendiknas akan memberikan pembinaan.

Sebelumnya, sekitar 9,73 persen atau 350.798 peserta ujian nasional utama SMP dinyatakan tidak lulus dan harus mengulang UN pada 17-20 Mei. Siswa yang harus mengulang terbanyak ada di provinsi Nusa Tenggara Timur.